This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

best friend forever together

Kamis, 10 Februari 2011

Fakta Menunjukkan Otak Manusia Makin Mengecil


 
 
Ini mungkin bukan kabar yang menyenangkan, tapi fakta menunjukkan, otak manusia makin mengecil.

Hasil penelitian mengungkapkan ukuran otak mengalami penyusutan secara gradual selama 20.000 tahun. Penurunan ini terjadi di seluruh dunia, berlaku untuk pria dan wanita, di semua ras.
"Selama 20.000 tahun terakhir, volume rata-rata otak pria berkurang dari 1.500 centimeter kubik menjadi 1.350 centimeter kubik, jumlah yang hilang seukuran bola tenis," kata Kathleen McAuliffe, penulis di Discover Magazine.

"Otak perempuan juga mengecil dengan proporsi yang sama," tambah dia.

Apakah ukuran otak yang mengecil berarti manusia makin bodoh?  

Dr John Hawks, antropolog dari University of Wisconsin berargumen, ukuran otak yang makin kecil tidak berarti menurunnya intelejensia.

Justru sebaliknya, penurunan ukuran otak kita menunjukkan bahwa kita sudah semakin cerdas.

Otak, katanya, menggunakan sampai dengan 20 persen dari semua bahan bakar yang kita konsumsi. Oleh karena itu otak yang lebih besar akan membutuhkan lebih banyak energi dan memakan waktu lebih lama untuk berkembang.

Dr Hawks mencatat bahwa ledakan populasi manusia antara 20.000 dan 10.000 tahun yang lalu memicu mutasi yang menguntungkan.

Hawks yakin, itu menyebabkan otak menjadi lebih ramping, perubatan neurokimia makin meningkatkan kapasitas otak kita.

Beberapa paleontolog juga sepakat dengan pendapat Hawks, bahwa  ukuran yang mengecil, justru makin efisien.

Namun, tak semua ilmuwan berpendapat senada. Beberapa yakin bahwa manusia menjadi makin bodoh, sejalan dengan proses evolusinya.

Beberapa teori digunakan untuk menjelaskan misteri peyusutan otak manusia. Salah satunya, bahwa ukuran kepala yang besar diperlukan manusia purba jaman Paleolitik Atas untuk selamat dari udara dingin.

Teori kedua, ukuran kepala berkaitan dengan pola mencari makan di masa lalu, yakni berburu. Makin gampang mendapatkan makanan, kepala  manusia akan berhenti berkembang.

Sementara, ahli lain berpendapat, dulu, ketika tingkat kematian bayi tinggi, hanya bayi yang terkuat yang selamat dan yang paling kuat adalah yang memiliki kepala dan otak besar. Kini, dengan penurunan tingkat kematian bayi, mendorong penurunan ukuran otak secara proporsional.

Menurut penelitian yang dilakukan David Geary dan Drew Bailey dari University of Missouri mengeksplorasi bagaimana ukuran tengkorak manusia berubah ketika manusia beradaptasi dalam lingkungan sosial yang makin kompleks antara 1,9 juta sampai 10.000 tahun lalu.

Mereka menemukan, saat kepadatan populasi rendah, ukuran tengkorak meningkat. Sebaliknya, ketika populasi daerah tertentu berubah dari jarang ke padat, ukuran tengkorak kita menurun karena manusia tak harus cerdas untuk bertahan hidup.

Namun Dr Geary memperingatkan, jangan lantas mengira bahwa nenek moyang manusia lebih pintar dari kita.

"Nenek moyang kita tidak memiliki intelektualitas dan daya kreasi seperti manusia modern, karena mereka tidak memiliki dukungan budaya," kata dia. Saat itu, manusia diperas pikirannya untuk bertahan hidup.

Peningkatan pertanian dan kota-kota modern yang didasarkan pada spesialisasi ekonomi memungkinkan manusia yang cerdas menfokuskan upaya mereka pada ilmu, seni, atau bidang lainnya.

Alasan Mengapa Gelembung itu Bulat

Coba kamu bayangkan bagaimana seandainya gelembung sabun tersebut berbentuk persegi. Gelembung-gelembung bundar berbentuk bola, terbentuk karena adanya suatu gaya tarik menarik yang disebut dengan tegangan permukaan yang menarik molekul-molekul air sekuat mungkin untuk membentuk kelompok-kelompok.

http://us.123rf.com/400wm/400/400/nikkytok/nikkytok1007/nikkytok100700235/7457020-hand-catching-a-soap-bubble.jpg

Dan pengelompokan yang sekuat mungkin antara sejumlah partikel hanya mungkin terjadi apabila mereka membentuk sebuah bola. Diantara semua bentuk yang ada seperti kubus, piramida, dan sebagainya, hanya bentuk bola atau bundar yang memiliki luas sebelah luar paling kecil.

Ketika kamu meniup air sabun dari sebuah pipa kecil, maka tegangan permukaan air akan mencari luas permukaan yang paling kecil. Maka kemudian terbentuklah bola.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSLzymaDSmPDEHAJyM6nVtk1e015KW7_A6wqhtKM8t5wZFNh5A5IhmDEU7tFKfTpM5-kNn3BZm15RjfWBeQYQvBq4IE00pfILAYMpPpplg0UzzptDLzZFiOqPuoirMxAXFfMYf7jeyMFs/s1600/Bubbles_and_bokeh_by_ByLaauraa.jpg

Cobalah untuk meniupkan lebih banyak udara ke dalam gelembung air sabun tadi, maka yang terjadi adalah air sabun akan terus memperluas permukaannya untuk menyeimbangkan tekanan dari dalam.

Tetapi permukaannya akan semakin tipis karena memang persediaan air memang terbatas, sehingga pada suatu titik tertentu tegangan tadi tidak sanggup lagi untuk menahan tekanan udara dari dalam dan membuatnya menjadi pecah.
http://img191.imageshack.us/img191/5729/gelembung2.jpg

Lalu mengapa kita harus menggunakan air sabun untuk membentuk gelembung? Air sabun mempunyai khasiat khusus mengurangi tegangan permukaan air. Zat pembersih ini membuat tegangan permukaan air cukup elastis untuk dapat ditarik dan dapat diregangkan membentuk wujud tiga dimensi.

9 Cara Memperbaiki Mood Dalam 30 Menit

Bagi sebagian orang, suasana hati dengan mudah berubah, apa pun pemicunya. Jika berubah lebih baik, dari negatif menjadi positif, maka tak jadi soal. Bagaimana jika sebaliknya, suasana hati yang sedang baik berubah seketika dan merusak mood Anda.


  
Gretchen Rubin, penulis The Happiness Project, mengatakan bahwa Anda tak perlu merasa egois saat sedang ingin membahagiakan diri sendiri. Penelitian menunjukkan, seseorang yang lebih bahagia memberikan manfaat baik bagi dirinya.

"Seseorang yang bahagia lebih mudah bergaul, disenangi banyak orang, sehat, dan produktif," katanya.

Saat Anda berusaha membangun kembali mood menjadi lebih baik, artinya Anda juga membantu orang lain lebih merasa bahagia.

1. Pompa energi dengan meningkatkan aktivitas
 
Meningkatkan level aktivitas bisa dilakukan kapan saja. Saat menerima telepon misalnya, jangan hanya duduk diam. Berdirilah atau lakukan jalan kecil. Jika ada tangga, mengapa harus menggunakan elevator? Manfaatkan fasilitas yang bisa membantu Anda memompa energi lebih kuat lagi. Atau, berjalanlah 10 menit di sela-sela waktu kerja Anda.

2. Berjalan kaki di alam terbuka
 
Sempatkan berjalan kaki di alam terbuka. Jangan mengurung diri di kamar atau ruangan saja. Penelitian menunjukkan, cahaya alami luar ruang menstimulasi otak yang bisa meningkatkan mood.

3. Berkomunikasi
 
Lakukan komunikasi dengan teman lama, melalui surat elektronik, atau apa pun fasilitas yang nyaman bagi Anda. Atau, jalinlah hubungan dengan teman baru. Membangun ikatan emosi dengan orang lain membuat suasana hati lebih positif. Anda tak hanya sedang memoles keramahan diri, tetapi juga membuat orang lain lebih ramah kepada Anda. Dengan menjalin komunikasi, Anda juga memperkuat emosi dan kehangatan persahabatan dengan orang lain. Hal ini akan membuat Anda lebih merasa bahagia.

4. Singkirkan pekerjaan yang menyebalkan
 
Sementara waktu, tinggalkan semua jadwal atau tugas yang hanya akan memperburuk mood. Misalnya, masalah seputar asuransi yang harus Anda selesaikan, membeli sejumlah kebutuhan yang memusingkan Anda, atau menjadwalkan ulang janji bertemu seseorang untuk urusan tak menyenangkan yang tidak terlalu penting. Meninggalkan sejumlah tugas tak menyenangkan sementara waktu akan memberikan kesenangan yang bisa memperbaiki mood Anda.

5. Lakukan pekerjaan yang berbeda dari biasanya
 
Ciptakan suasana baru di rumah. Saat bosan dengan rutinitas, ciptakan kegiatan baru yang jarang atau tak pernah Anda lakukan. Misalnya, jika biasanya pekerjaan berbenah dapur sepenuhnya menjadi tanggung jawab pekerja rumah tangga, maka ambil alih sementara. Cukup 10 menit saja, lakukan pekerjaan asing yang jarang Anda lakukan.

6. Berbuat baiklah untuk orang lain
 
Saat teman meminta bantuan Anda dalam mencari informasi tertentu, segera ambil kesempatan ini. Perkenalkan ia dengan teman Anda yang bisa membantunya mendapatkan informasi tersebut. Melakukan sesuatu yang berguna membuat Anda lebih merasa positif.

7. Selamatkan hidup seseorang
 
Tak sulit menjadi pahlawan. Mendonorkan darah menjadi salah satu caranya. Santunan darah dari Anda bisa menyelamatkan orang lain. Melakukan sesuatu yang berharga akan membuat Anda merasa berharga.

8. Tunjukkan bahwa Anda bahagia dengan senyuman
 
Senyuman meningkatkan mood Anda. Selain itu, wajah yang dihiasi senyuman memberikan kesan bahwa Anda bersahabat dan mudah bergaul.

9. Mempelajari hal baru
 
Pilih subyek yang memancing rasa ingin tahu Anda. Manfaatkan waktu 15 menit saja untuk mencari informasi di internet dan nikmati waktu untuk membaca. Atau pergilah ke toko buku, belilah buku yang bisa memuaskan rasa ingin tahu Anda. Pilih topik yang Anda sukai dan menyenangkan, bukan topik yang Anda butuhkan atau harus Anda ketahui.

10 Tips Aman Menggunakan HP

BEBERAPA tahun belakang ini pengguna ponsel di seluruh dunia semakin meningkat. Jumlahnya mencapai hampir 5 miliar pengguna dan dipercaya akan terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan komunikasi serta promosi yang gencar dilakukan produsen telepon selular di seluruh dunia.

Namun ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal di bawah ini sebelum memutuskan untuk menggunakan ponsel :

Medindia melansir terdapat 10 hal yang perlu diperhatikan bagi pengguna ponsel.

1. Jauhkan handset setidaknya 2 sampai 7 inci dari kepala Anda atau gunakan loudspeaker (pengeras suara). Ini mengurangi transmisi radiasi elektro-magnetik ke otak secara signifikan.

2. Jangan menyimpan ponsel dekat dengan kepala anda ketika tidur. Matikan ponsel Anda di malam hari atau tetap berada 1,80 meter atau 6 meter dari kepala Anda.

3. Jika ponsel tetap di saku terus letakaan posisi atas telepon genggam Anda ke arah bawah sehingga antena menjauh dari Anda.

4. Jangan menggunakan ponsel jika hamil. Organ berkembang dari janin atau anak adalah yang paling sensitif terhadap efek yang mungkin timbul dari paparan radiasi elektromagnetik (EMR).

5. Hindari penggunaan ponsel dalam ‘benda-benda logam’ seperti Kendaraan, Elevator, Pesawat, Kereta Api dan jenis lainnya kontainer logam seperti meningkatkan EMR itu.

6. Hindari menggunakan headset kabel. Dengan headset biasa Anda mendapatkan 3 kali EMR lebih banyak dibanding jika Anda memegang ponsel secara langsung

7.Anakanak di bawah 15 tahun disarankan tidak menggunakan ponsel karena dapat memperbesar sang anak terkena tumor otak.Saat ini tumor otak adalah penyebab utama kedua kematian pada anak.

8. Jauhkan ponsel dari bayi yang baru lahir. perjalanan EMR melalui otak anak-anak jauh lebih mudah karena tengkorak tipis dan meningkatkan resiko kanker.

9. Hindari meletakkan ponsel di saku celana Anda – karena radiasi yang timbul dapat mempengaruhi kesuburan Anda.

10. Ketika membeli ponsel – carilah ponsel dengan SAR rendah atau Nilai Absorpsi Spesifik. Semakin rendah tingkat SAR akan semakin aman penggunaannya.

Remaja dan Globalisasi Menembus Batas, Jarak, dan Waktu.

BENAR adanya, jika berbagai pendapat mengatakan bahwa era globalisasi mengubah style dunia. Jarak antar negara negara serasa kian dekat. Salah satu dampak globalisasi adalah perubahan tatanan hidup gaya remaja atau style remaja di Indonesia. Tunggu..Tunggu, sebelum lebih jauh ngomong tentang globalisasi ada baiknya kita tahu pengertiannya.
Globalisasi dapat diartikan, hubungan dengan peningkatan dan ketergantungan antara bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui, investasi, perdagangan, budaya popular dan bentuk-bentuk interaksi yang lain, sehingga batas suatu negara menjadi kian mendekat.
Mau tahu contohnya? Banyak kita jumpai khususnya para remaja di tanah air yang terpengaruh budaya luar. Misalnya saja, dari gaya penampilan dan tingkah laku mereka yang cenderung mengikuti budaya barat sehingga budaya ketimuran kita luntur karena tidak terlalu direspon oleh remaja.
“Berkembangnya globalisasi kebanyakan mempunyai dampak buruk bagi remaja, mereka menjadi kurang kreatif dan menjadi malas. Sebab semua fasilitas tersedia sehingga seringkali enggan untuk berusaha dan berpikir” ungkap Kunta Wicaksana dari SMA N 1 Yogyakarta. Hal yang sama dikatakan Bidari Intan Tasikwulan, “Aku sih lebih setuju jika globalisasi dikatakan sebagai penjajahan zaman sekarang karena dengan berkembangnya globalisasi, remaja dimanjakan oleh teknologi-teknologi yang serba canggih”.
Memang, remaja sekarang tidak akan jauh dengan persoalan teknologi yang berkembang, akan tetapi jika disalah gunakan pasti akan merugikan baik secara individu maupun sosial. Apalagi sekarang wajah-wajah nasionalisme remaja kian menurun.
Misal, banyak remaja sekarang yang menggunakan media internet untuk mencari bahan-bahan tugas sekolah. Namun sering sekali anak remaja iseng membuka situs porno. Katanya sih situs porno sudah diblokir, nyatanya? huh…tetap saja bisa diakses. Kita sebagai remaja dalam menyikapi Globalisasi ini, harus dapat menyaring mana yang harus dipilih dan tidak.
“Globalisasi itu banyak positif dan negatifnya, tinggal kita bagaimana dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk,” ungkap Nova Yunita, siswa SMA Islam 1 Gamping”. Hal senada di ungkapkan oleh Nadia Hanun Naruti dari SMA N 3 Yogyakarta, dari sisi kemajuan teknologi it’s Ok, bangsa Indonesia perlu menerima kemajuan teknologi. “Tapi soal berpakaian dan pergaulan kita jangan sampai meninggalkan norma dan etika, kita tidak boleh lupa sebagai bangsa Indonesia,” tegas Nadia Hanun.
Sebagai remaja sudah sepantasnya menyikapi globalisasi dengan mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Jika kita dapat menerapkan dampak positif globalisasi bukan tidak mungkin Indonesia kelak akan menjadi negara yang maju. “Kita harus dapat menjaga dan mempertahankan serta memperbaiki keadaan Indonesia” ujar Rian dari SMA N 2 Yogyakarta.
Stella dari SMAN 6 Yogyakarta mengatakan bahwa Indonesia memang menuju ke ruang lingkup globalisasi. Sebagai warga negara sudah sepantasnya menyikapi globalisasi dengan menjadi orang-orang kreatif untuk menghadapi perubahan-perubahan kondisi bangsa tanpa meninggalkan nilai budaya.

Fenomena Facebook di Indonesia

“Indonesia saat ini telah menjadi “the Republic of the Facebook” (Putra, 2009). Itulah headlines yang ditulis oleh Budi Putra mantan editor Harian Tempo yang dirilis oleh CNET Asia portal IT terkemuka di Asia pada awal bulan Januari 2009 lalu (Linkedin.com; 2009). Ungkapan ini terinspirasi oleh perkembangan penggunaan Facebook oleh masyarakat Indonesia yang mencapai pertumbuhan 645% pada tahun 2008. “Prestasi” ini menjadikan Indonesia sebagai “the fastest growing country on Facebook in Southeast Asia”. Bahkan, angka ini mengalahkan pertumbuhan pengguna Facebook di China dan India yang merupakan peringkat teratas populasi penduduk di dunia (Sahana, 2008).

Demam Facebook menggejala di Indonesia, sebagaimana yang dilaporkan oleh Tempo Interaktif 9 Februari 2009, dimulai pada pertengahan tahun 2008. Bahkan disebutkan juga hingga pertengahan 2007 Facebook nyaris tak dilirik pengguna Internet. Lonjakan pengguna Facebook pada pertengahan 2008 dibuktikan dengan statistik Facebook sebagai situs ranking kelima yang paling banyak diakses di Indonesia. Luar biasanya lagi, “Indonesia tercatat dalam sepuluh besar negara pemakai situs yang mulai dibuka untuk umum pada 2006 ini.” (Wiguna, 2009).

Melihat sepakterjang Facebook yang semakin familiar dan digandrungi oleh pengguna internet di Indonesia, membuat kita bertanya-tanya, seperti apakah bentuk, daya tarik, dan kelebihan situs jaringan sosial yang telah menjadi trandsetter dalam dunia virtual ini.

Sebagaimana di rilis dalam Press Room official situs Facebook, dinyatakan bahwa web jaringan sosial ini pertama kali diluncurkan pada tahun 6 Februari 2004 dan bertujuan untuk memudahkan interaksi antar individu tanpa harus terikat oleh jarak dan sekat-sekat geografis.

“Ditemukan pada bulan Januari 2004, Facebook adalah sebuah sarana sosial yang membantu masyarakat untuk berkomunikasi secara lebih effisien dengan teman-teman, keluarga dan teman sekerja. Perusahaan ini mengembangkan teknologi yang memudahkan dalam sharing informasi melewati social graph, digital mapping kehidupan real hubungan sosial manusia. Siapun boleh mendaftar di Facebook dan berinteraksi dengan orang-orang yang mereka kenal dalam lingkungan saling percaya.” (Facebook.com; 2009)

Penemu situs pertemanan ini adalah Mark Zuckerberg seorang mahasiswa “droup out” Universitas Harvard Amerika Serikat. Dia dilahirkan pada 14 Mei 1984. Kejeniusan dan kreativitas lewat Facebook membuat anak muda ini menempatkan dirinya sebagai jajarang 400 orang terkaya di Amerika Serikat versi Majalah Forbes edisi September 2008, tepatnya peringkat 321 dengan total kekayaan 1,5 Miliyar Dollar US. (Forbes.com; September 2008)
Sebenarnya Zuckerberg adalah mahasiswa jurusan Psikologi Harvard. Mengutak-atik dan menciptakan program komputer hanyalah kegiatan untuk bersenang-senang. Mungkin latar belakang keilmuan psikologi itulah ia tertarik untuk membuat situs-situs sosial. Sebelum menciptakan facebook ia telah merilis Coursematch yang memudahkan para mahasiswa melihat mata kuliah yang diambil, Facemash yang memungkinkan para pengguna mengukur daya tarik orang lain.

Pada usia 20 tahun, Zuckerberg meluncurkan “The Facebook”. Awalnya diperuntukkan khusus bagi mahasiswa Universitas Harvard. Hanya dalam 24 jam setelah diluncurkan, 1.200 mahasiswa Harvard sudah menjadi anggota. Dalam sebulan, separuh warga Harvard menjadi anggota. Keberhasilan ini membuat Zuckerberg membuka keanggotaan “The Facebook” untuk seluruh mahasiswa di Boston. Belakangan dibuka bagi mahasiswa Ivy League (kelompok delapan kampus paling top Amerika Serikat), dan kemudian seluruh mahasiswa di Amerika Serikat (Wiguna, 2009).

Tepat awal februari yang lalu Facebook merayakan ulang tahunnya yang ke 5. Sejauh ini tercatat lebih dari 175 juta pengguna Facebook tersebar di seluruh dunia yaitu pengguna yang telah aktif dalam 30 hari terakhir (Facebook.com; 2009). 24 juta foto diunggah setiap hari, dan rata-rata jumlah teman per-anggota 120 orang (Nurhoiri, 2009).

Pengguna Facebook di Indonesia masih didominasi oleh kaum kelas menengah ke atas yang memiliki akses internet (yang masih tergolong mahal di Indonesia). Kebanyakan mereka adalah pelajar, mahasiswa, dosen, pekerja, politisi serta beberapa tokoh-tokoh nasional.

Terhitung sampai 22 Februari 2009, 1.333.649 user Indonesia telah terdaftar di Facebook dan sekitar 73% (976.372 orang) di antaranya adalah user usia produktif (18-34 tahun). Dilihat dari gender, 688.306 user laki-laki dan 600.045 user perempuan.(Allfacebook.com; 2009)

Demam Facebook adalah kelanjutan dari keberhasilan situs komunitas Friendster yang berhasil menjaring 12 juta “registered users” atau sekitar 60% pengguna internet di Indonesia (Friendster.com; Juli 2008). Bahkan banyak pengguna Friendster yang melakukan migrasi ke Facebook karena layanan yang diberikan lebih lengkap dan mengikuti selera masyarakat. Facebook memiliki sederet fitur yang memungkinkan penggunanya berinteraksi langsung (real time), seperti chatting, tag foto, blog, game, dan update status ”what are you doing now” yang dinilai lebih keren dari Friendster.

Perdebatan kapitalisme di Indonesia seringkali mencurahkan perhatian yang besar pada perusahaan multinasional yang mengeruk kekayaan negeri ini bertahun-tahun lamanya (seperti Chevron, Freeford, dan Shell), kapitalisme yang diusung oleh institusi keuangan global, dan produk-produk seperti Mc Donnald, Mc D, dan CFC.

Banyak yang tak sadar bahwa situs perkawanan Facebook adalah bagian dari kapitalisme global. Mengapa penulis katakan demikian, karena banyak aktivis kampus, dosen, dan tokoh masyarakat yang selama ini getol menyuarakan “Anti Kapitalisme” dan “Anti Globalisme” menjadi anggota dari situs ini.

Berapapun banyak teman yang ada dalam jaringan Facebook, tidak memberikan pengaruh signifikan dalam hubungan sosial. Bahkan tidak pula menaikkan popularitas. Kegiatan virtual di Facebook hanyalah tamasya imajinasi. Hubungan yang terjalin adalah antar pelancong yang sedang berehat melepas beban kehidupan nyata mereka.

Siapakah sebenarnya yang menangguk keuntungan dengan kehadiran Facebook, jika setiap member terus mempromosikan layanan ini kepada orang-orang yang belum terdaftar? Meningkatnya pengguna Facebook akan memperbesar pendapatan sang pemilik perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat ini. Sebagaimana diketahui, Facebook tak sekedar situs komunitas sosial, tapi sebuah cooperate yang bermain dengan logika dagang untung dan rugi.

Member memang tidak membeli produk dalam bentuk barang. Malahan kegiatan yang dilakukan, dan keasyikan dengan perjumpaan dengan berbagai karakter manusia dari berbagai penjuru dunia, dilakukan sebatas sarana memperluas persahabatan. Semuanya diberikan gratis dan manfaat yang didapatkan juga berjibun. Jadi dimanakah letak sisi negatif dari kehadiran Facebook dalam ruang kehidupan.

Logika inilah yang dianut oleh pengguna Facebook terutama di Indonesia. Gencarnya kampanye kenikmatan memakai Facebook telah menular secara cepat sehingga tak salah pertumbuhan pengguna facebokk di indonesia mencapai angka 645% pada tahun 2008. Demam Facebook telah menaikkan posisi ekonomis perusahaan ini.

Dalam kajian ini penulis hendak menguraikan bahwa Facebook merupakan bagian dari kapitalisme global yang mencengkram sendi-sendi kehidupan kita. Mungkin ada yang menyela, dimana sih letak sisi kapitalismenya? Tidak ada uang yang dikeluarkan ketika bergabung dengan Facebook dan tidak ada produk yang dibeli. Malahan, berbagai kemudahan difasilitasi oleh Facebook. Sungguh aneh jika ada yang bilang, “Facebook telah memanipulasi potensi ekonomi para member”.

Jika persoalan ini didekati dengan logika kapitalisme yang belakangan semakin menguat lewat invasi perusahaan multinasional yang menggeruk kekayaan bumi Indonesia, atau semakin menjamurnya produk-produk berlabel internasional seperti KFC (Kentucy Fried Chicken), Mc Donnald ataupun Microsoft (yang mencantumkan lisensi produk-produknya dengan ratifikasi harga yang mahal), tentu bisa dikatakan Facebook bukanlah bagian dari kapitalisme.

Tapi, apakah sesederhana itu? Ternyata tidak. Penulis mengajak pembaca menelaah apa yang pernah diuraikan oleh Manuel Castells. Dalam buku Triloginya, The Information Age: Economic, Society, and Culture, Castells memunculkan istilah “kapitalisme informasional”, yakni “Masyarakat yang perkembangan sumber utama produktivitasnya adalah kapasitas kualitatif untuk mengoptimalkan kombinasi dan penggunaan faktor-faktor produksi berbasih pengetahuan dan informasi. Penyebaran kapitalisme informasional menimbulkan efek ekploitasi, eksklusi, ancaman terhadap diri, dan identitas.”(Ritzer, 2007; 583).

“Ekonomi informasional ini mendasarkan diri kepada kapasitas untuk menghasilkan, memproses, dan mengaplikasikan pengetahuan informasional secara effisien. Kapitalisme model ini tidak lagi memperoleh uang melalui proses produksi, tapi sistem jaringan global dimana uang diperoleh tanpa batas.” (Ritzer, 2007; 583).

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Facebook secara gamblang dapat kita rujuk pada uraian George Ritzer. Yang dijual oleh Facebook adalah “nothing” (bentuk yang dibayangkan dan dikontrol secara sentral yang seluruh/sebagian besar kosong dari isi yang distingtif). “Mengekspor “nothing” ke seluruh dunia lebih mudah ketimbang menjual barang-barang yang penuh dengan isi/something. Karena produk “something” lebih besar kemungkinan untuk ditolak oleh beberapa kultur dan masyarakat karena isinya bertentangan dengan nilai/isi lokal. Sebaliknya,karena kosong dari isi yang distingtif, bentuk-bentuk kosong lebih kecil kemungkinan berkonflik dengan nilai/isi lokal. Selain itu, bentuk-bentuk kosong mempunyai keuntungan lain dari sudut sifat minimalis, mudah bereplikasi terus-menerus dan reproduksi relatif murah” (Ritzer, 2007; 595).

Menurut penulis, Facebook adalah bentuk komersialisasi “nothing”, yang sekarang sukses meraup keuntungan luar biasa. “Nothing” apa yang dijual Facebook? Naluriah alamiah manusia untuk berinteraksi secara menyenangkan. Ini adalah bisnis psikologis. Mula-mula memang hanya mampu mengaet ribuan orang (1200 mahasiswa Harvard). Dengan kejituan strategi bisnis lewat analisis ilmiah psikologi yang mampu dimainkan oleh Sang Kreator, Facebook berhasil menghipnotis jutaan orang di dunia. Publikasi terakhir menyebutkan 175 juta orang se-antero dunia dan 1.333.649 di antaranya ada di Indonesia menjadi member aktif Facebook. Jumlah ini akan terus bertambah karena bergabungnya orang-orang populer Indonesia, yang menjadi magnet bagi orang-orang biasa untuk mengikuti mereka dan kecendrungan migrasi pengguna Friendster Indonesia (yang mencapai 12 juta orang) ke Facebook.

Di Indonesia, penggemar Facebook rata-rata adalah golongan tingkat ekonomi menengah ke atas. Tentu ini menjadi peluang bisnis yang potensial bagi penawaran barang dan jasa. Pelanggan iklanpun berdatangan dan semakin ramai seiring meningkatnya popularitas Facebook. Tak tanggung-tanggung, menghadapi pemilu 2009 ini parpol dan para caleg ikut berkampanye lewat Facebook. Dari sinilah pundi-pundi income mengalir ke perusahaan jaringan sosial virtual ini.

Ketika iklan terus ditampilkan dan intensitas mengakses Facebook juga meningkat setiap hari, maka semakin kuatlah image iklan itu di pikiran. Situasi inilah yang diinginkan pemasang iklan, menguasai alam pikiran orang, hingga produk mereka menjadi terkenal dan secara tidak sadar akan dibeli.

Timbullah watak konsumeristik yang membelenggu diri. Klop sudah, alam bawah sadar yang telah disandera oleh kapitalisme informasional yang awalnya ditawarkan secara gratis, akan “memaksa” kita mengeluarkan sejumlah uang pada fase tertentu. Pengiklan dalam negeri yang melihat efektivitas beriklan di Facebook tentu rela melepas uang demi mempopulerkan “dagangan” mereka.

Itu baru dalam batas personal. Dalam scop yang lebih luas (negara), maka biaya bandwith yang mesti dikeluarkan untuk membayar akses luar negeri (karena Facebook berpusat di Amerika Serikat) juga semakin membengkak. Lagi-lagi uang terbang ke tangan asing tanpa kita sadari.

Kapitalisme adalah bentuk strategi dagang demi memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya dan cendrung mengabaikan keseimbangan ekonomi antar kelas masyarakat. Kapitalisme menciptakan minoritas orang kaya dan mayoritas orang miskin, karena sumber-sumber ekonomi diserap oleh pada kalangan tertentu. Sebagaimana yang diketahui Facebook dikelola oleh segelintir orang, Mark Zuckerberg, Marc Andreessen, Jim Breyer, Don Graham dan Peter Thiel, sebagai Member. David Sze dan Paul Madera sebagai Observer. Dalam kamus kapitalis, roti yang ada di piring hendak diambil semuanya, dan mereka telah berhasil menempatkan diri sebagai punggawa orang-orang terkaya di dunia, terutama sang owner Mark Zuckerberg.

Jika demikian keadaannya, apa yang mesti dilakukan? Langkah-langkah apa yang mesti diambil untuk menghadapi masalah yang tak dianggap masalah ini? Penulis melihat persoalan ini sebagai persoalan mental. Mau tak mau, suka tak suka, mental “inlander” masih bersemanyam di alam bawah sadar sebagian kita. Popularitas Facebook begitu cepat meningkat karena trend ini adalah gaya hidup mahasiswa Harvard dan orang Amerika Serikat. “Mahasiswa Harvard saja gila sama Facebook”, “Orang-orang AS saja gandrung sama Facebook”. Harvard itu kan universitas kelas wahid se-dunia! AS itu kan negara maju dan kiblat segala-galanya! Jadi, ketinggalan zaman (ngak gaul donk) kalau tidak punya Facebook!

Persoalan mental, tentu harus diobati dengan terapi mental pula. Sebenarnya ada negara yang memboikot Facebook. Ya, Iran dan Syiria. Sikap negasi kedua negara ini menolak Facebook karena merasa terancam dengan pengaruh global yang akan mengacak-acak identitas kebangsaan mereka. “The enemies seek to assault our religious identity by exploiting the Internet” (Musuh mencoba menyerang identitas keyakinan kami dengan memanfaatkan media internet), itulah pernyataan Abdolsamad Khoram Abadi Advisor Kejaksaan Umum Pemerintah Iran, sebagaimana dilaporkan Koran Kargozaran Iran ketika menjawab pertanyaan “Kenapa Pemerintah Iran mengeluarkan kebijakan anti facebook?

Facebook yang muncul dengan latar belakang Amerika Serikat tentu tidak lepas dari kultur individualistik masyarakatnya. Meski demikian, hasrat alamiah ingin berinteraksi dengan orang lain tidak bisa mereka bendung. Maka diciptakanlah ruang-ruang yang bisa menyalurkan hasrat alamiah ini dengan tetap mempertahankan sikap individualistik itu. Tentu sarana yang tepat adalah internet dengan situs jaringan sosial yang bisa diakses secara privat/sendirian, tanpa harus melibatkan “emosional humanistik”, kecuali rasa kepercayaan(trust) saja.

Berbeda dengan kultur masyarakat Indonesia yang komunal. Tempat ekspresi individu lebih sering dilakukan di komunitas sosial baik itu payuguban maupun organisasi masyarakat, ataupun organisasi keagamaan. Keterlibata didasarkan pada satu tujuan bersama dan ikatan emosional. Dorongan yang muncul karena ada rasa “Saya ada bagian tak terpisahkan dari komunitas ini”.

Ketika ruang interaksi virtual ala Facebook mendominasi keseharian masyarakat, tentu saja waktu untuk berkumpul secara nyata ikut berkurang. Perlahan sisi humanis memudar karena perhubungan di Facebook lebih mengedepankan imajinasi dan visualisasi.

Kesadaran akan “tragisnya” nasib sebagai korban kapitalisme informasional seharusnya menghentakkan masyarakat untuk kemudian merenung diri bahwa “Saya adalah individu yang bebas dan bermartabat”. Negara berwibawa dan berkarakter berawal dari individu yang punya identitas. Sehingga harus ada gerakan perubahan mendayagunakan energi yang dimiliki untuk mengembangkan teknologi komunitas yang kuat dan situs komunitas virtual yang menguntungkan bangsa sendiri. Karena langkah proteksi sebagimana yang dilakukan oleh Iran dan Syiria (yang karakter masyarakatnya masih dikuasai oleh alam bawah sadar feodalistik), tidak tepat untuk masyarakat Indonesia yang haus dengan hal-hal yang baru.

Kehebatan Facebook adalah simpel dan elegan, didukung dengan banyak fitur dalam satu halaman. Spontanitas membuat orang enjoy dengan Facebook. Mereka bisa mengetahui secara langsung apa yang sedang dipikirkan atau yang dilakukan oleh teman-temannya sekaligus bisa langsung memberikan komentar. Semua berada pada satu halaman.

Untuk memutus rantai popularitas Facebook di Indonesia, dibutuhkan situs tandingan, karena cara yang dipakai Iran dan Syiria tidak konstruktif untuk konteks Indonesia. Kita perlu membuat situs komunitas baru Made In Indonesia. Hal ini dimungkinkan karena tipikal masyarakat Indonesia yang pembosan. Sebagaimana diungkapkan oleh Psikolog Universitas Indonesia Niken Ardiyanti, demam facebook tidak tidak akan bertahan lama. Sebab para penggemar Facebook di Indonesia akan mudah bosan. “Ini sudah tipikal masyarakat Indonesia. Yang bosenan dan supaya tidak dibilang kampungan,” (Detiknews.com; 24 Februari 2009). Psikolog Niken Ardiyanti menilai tipikal orang Indonesia suka kagetan. Dulu booming SMS, e-mail, friendster, kini Facebook. ”Seakan-akan kalau tidak bergabung di FB nggak gaul,”. Sehingga dari pertimbangan ini peluang mengalihkan orang ke situs komunitas yang baru sangat dimungkinkan. (Republika.co.id; 15 Februari 2009).

Karakteristik konsumerisme menjadikan kita sebagai orang terjajah, memandegkan kreativitas. Facebook sebagai bentuk penguatan konsumerisme harus dilawan dengan menghadirkan fasilitas web komunitas sosial buatan anak bangsa sendiri. Yang tentunya harus lebih canggih, tapi tetap mengusung nilai-nilai luhur bangsa. Seperti apakah blog komunitas “peredam” Facebook ini? Situs baru ini harus paham dengan kebutuhan dan kecendrungan netter Indonesia. Konsep yang penulis tawarkan sebagai berikut:

1. Fasilitas telepon
Kelebihan Facebook dari situs komunitas yang lain adalah fasilitas chat. Oleh karena itu, penulis melihat dengan menyajikan fasilitas telepon akan membuat orang terbius, karena belum tercover oleh Facebook.

2. Berisikan informasi tentang buku
Situs komunitas haruslah membuat orang-orang di dalamnya menjadi cerdas. Oleh karena itu, ditampilkannya buku-buku baru dengan sinopsis yang menarik akan membuat suasana intelektual. Sehingga lambat-laun budaya membaca semakin massif. Sebagaimana kita ketahui, budaya baca masyarakat Indonesia masih rendah, dan sekarang budaya powerpoint sudah menggejala.

3. Lowongan kerja terbaru
Kalau kita perhatikan perkembangan blog di Indonesia, ada dua kontent yang paling banyak dicari yaitu masalah seks dan lowongan kerja. Oleh karena itu, penulis menilai, penampilan lowongan kerja perlu dimasukkan.

4. Memungkinkan member mendapatkan uang
Bersenang-senang di internet tentu menghabiskan waktu. Sangat disayangkan keasyikan berselancar mengurangi produktivitas. Ketika iklan yang ditampilkan di Facebook mendulang uang yang sangat banyak hanya masuk ke kantong sang pemilik perusahaan, maka dalam konsep situs baru ini dimungkinkan member juga mendapatkan reward berupa hadiah uang tunai. Reward ini bisa diberikan dengan sumbangan pemikiran lewat tulisan, lomba-lomba kreatif ataupun lewat klik iklan

5. Publikasi
Kenapa Facebook cepat menjalar di Indonesia? Tak lain dan tak bukan karena pemberitaan media yang membuat banyak orang penasaran, apa itu Facebook? Bahkan Koran Republika mengajak pembacanya untuk mengirimkan pengalaman mereka menggunakan Facebook. Sehingga situs komunitas “peredam” ini harus dipromosikan secara yang gencar dan kontroversial di media-media nasional dan lokal. Kerjasama pemerintah dan pemilik media sangat diperlukan dalam hal ini.

6. Aplikasi bahasa daerah
Seseorang akan enjoy ketika menggunakan bahasa ibunya. Penggunaan bahasa daerah di situs komunitas belum ada diberikan oleh Facebook. Oleh karena itu, untuk mengalahkan Facebook di Indonesia, pilihan seluruh bahasa daerah tanag air di situs komunitas baru ini sangat diperlukan. Tentu sangat mengasyikkan saling berkomunikasi dengan bahasa daerah sendiri, sekaligus mempertahankan bahasa-bahasa daerah dari kepunahan.

Perkembangan kapitalisme informasional dapat dilawan oleh gerakan massal suatu bangsa yang berusaha mempertahankan identitas mereka. Baik itu karena spirit religius, nasionalisme, keluarga dan komunitas. Agar berhasil gerakan tandingan ini harus bersandarkan pada informasi dan jaringan pula. Oleh karena itu situs komunitas made in Indonesia sangat diperlukan untuk menghadang laju facebook. Karena perang teknologi informasi tidak bisa dilawan dengan melarikan diri dari hiruk-pikuk dunia. Ia harus dihadang, tentu dengan tawaran yang lebih hebat dari yang ada selama ini.

Windows Vista Vs Windows XP

Sekitar bulan Desember 2006, Microsoft sudah merilis peluncuran terbaru Windows versi terbaru yang diklaim merupakan perkembangan versi windows terbaik yang memiliki keunggulan dari segi visualisasi dan daya tahan terhadap serangan virus, spyware dll. Namun windows vista yang diluncurkan bulan Desember hanya untuk kalangan korporat saja. Untuk kalangan umum windows vista sudah dapat dicicipi pada bulan Februari 2007, itupun hanya bisa dicicipi di luar negeri. Lalu bagaimana dengan Indonesia, menurut situs resmi www.microsoft.com bahwa rilis resmi di Indonesia sekitar bulan Mei 2007. Namun ternyata versi bajakannya sudah banyak beredar di Indonesia.

Syarat minimal yang direkomendasikan microsoft untuk menjalankan Windows Vista dengan kemampuan standar adalah Processor 1,6 GHz dengan RAM 512 MB dan VGA 64 MB. Lalu bagaimana dengan kemampuan maksimal yaitu dengan spesifikasi Processor minimal 2,0 GHz dengan RAM 1 GB dan VGA 128 MB dengan pixel shadder 2.0. dengan spek terakhir ini sudah bisa dijamin fasilitas terbaru Vista yaitu aero dapat dijalankan, meskipun untuk mejalankannya dengan lancar perlu menmbah memory lebih banyak.

Lalu apakah dengan munculnya Vista mengharuskan semua pengguna untuk migrasi ke Vista???ternyata tidak. Karena beberapa aplikasi terbaru masih belum banyak yang mensuport versi 64 bit yang menjadi keunggulan vista. Oleh karena itu dirasa mubazir jika kita membeli seperangkat komputer sekarang untuk mencicipi fasilitas vista.

Kata orang dahulu “banyak jalan menuju Roma”. Maksudnya banyak jalan untuk mencicipi Windows Vista tapi tridak perlu membeli versi aslinya. Lalu pertanyaannya bagaimana???apakah harus membeli versi bajakannya??? (say no piracy….katakan tidak untuk pembajakan). Ya tidak perlulah. Ternyata ada program yang dijalankan pada Wsindows XP tapi kita bisa merasakan fitur Windows vista. Misalnya dengan program Tune Up Utilities atau Windows Vista inspirate yang membuat tampilan Windows XP serupa dengan Windows Vista. Meskipun dengan langkah yang cukup menyusahkan pengguna.

Lalu ternyata penggunaan program tersebut memberatkan komputer, bahkan ada yang sampai merusak sistem operasi. Bagaimana caranya?? Yaitu sebelum menginstal program itu komputer kita memang berisiko mengalami kerusakan. Cara mengantisipasinya dengan menggunakan system restore atau memback up semua data beserta setting sistem operasi sekarang. Ini sebagai langkah antisipasi terhadap kerusakan sistem operasi yang akan terjadi. Menurut pengalaman penulis, di antara semua program itu, yang paling aman digunakan adalah Tune Up Utilities 2007. Karena semua opsi back up dan settingan default sudah tersedia. So anda tinggal menentukan pilihan. Apakah harus membeli Windows Vista atau hanya ingin mencicipinya sembari menunggu perkembangan piranti lunak yang akan menudukung Vista.

"Seputar Supersemar dan Kontroversinya...."

SURAT Perintah Sebelas Maret atau Surat Perintah 11 Maret yang disingkat menjadi Supersemar adalah surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966. Surat “sakti” ini berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban/Pangkopkamtib (saat itu) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu dalam mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu.

Isi Supersemar

Berikut adalah cuplikan Supersemar:
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

SURAT PERINTAH

I. Mengingat:
1.1. Tingkatan Revolusi sekarang ini, serta keadaan politik baik nasional maupun Internasional
1.2. Perintah Harian Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata/Presiden/Panglima Besar Revolusi pada tanggal 8 Maret 1966

II. Menimbang:
2.1. Perlu adanja ketenangan dan kestabilan Pemerintahan dan djalannja Revolusi.
2.2. Perlu adanja djaminan keutuhan Pemimpin Besar Revolusi, ABRI dan Rakjat untuk memelihara kepemimpinan dan kewibawaan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi serta segala adjaran-adjarannja III.

Memutuskan/Memerintahkan:
Kepada:
LETNAN DJENDERAL SOEHARTO,
MENTERI PANGLIMA ANGKATAN DARAT

Untuk: Atas nama Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi:
Mengambil segala tindakan jang dianggap perlu, untuk terdjaminnja keamanan dan ketenangan serta kestabilan djalannja Pemerintahan dan djalannja Revolusi, serta mendjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimin Besar revolusi/mandataris M.P.R.S. demi untuk keutuhan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, dan melaksanakan dengan pasti segala adjaran Pemimpin Besar Revolusi.
Mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-Panglima Angkatan-Angkatan lain dengan sebaik-baiknja.
Supaya melaporkan segala sesuatu jang bersangkuta-paut dalam tugas dan tanggung-djawabnja seperti tersebut diatas.

IV. Selesai.

Djakarta, 11 Maret 1966
PRESIDEN/PANGLIMA TERTINGGI/PEMIMPIN BESAR REVOLUSI/
MANDATARIS M.P.R.S.
SOEKARNO
Surat Perintah Sebelas Maret ini adalah versi yang dikeluarkan dari Markas Besar Angkatan Darat (AD) yang juga tercatat dalam buku-buku sejarah. Sebagian kalangan sejarawan Indonesia mengatakan bahwa terdapat berbagai versi Supersemar sehingga masih ditelusuri naskah supersemar yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno di Istana Bogor.

Terbitnya Supersemar

Menurut versi resmi, awalnya terbitnya supersemar terjadi ketika pada tanggal 11 Maret 1966, Presiden Soekarno mengadakan sidang pelantikan Kabinet Dwikora yang disempurnakan yang dikenal dengan nama "Kabinet 100 menteri". Pada saat sidang dimulai, Brigadir Jendral Sabur sebagai panglima pasukan pengawal presiden' Tjakrabirawa melaporkan bahwa banyak "pasukan liar" atau "pasukan tak dikenal" yang belakangan diketahui adalah Pasukan Kostrad di bawah pimpinan Mayor Jendral Kemal Idris yang bertugas menahan orang-orang yang berada di Kabinet yang diduga terlibat G-30-S di antaranya adalah Wakil Perdana Menteri I Soebandrio.

Berdasarkan laporan tersebut, Presiden bersama Wakil perdana Menteri I Soebandrio dan Wakil Perdana Menteri III Chaerul Saleh berangkat ke Bogor dengan helikopter yang sudah disiapkan. Sementara Sidang akhirnya ditutup oleh Wakil Perdana Menteri II Dr.J. Leimena yang kemudian menyusul ke Bogor.

Situasi ini dilaporkan kepada Mayor Jendral Soeharto (yang kemudian menjadi Presiden menggantikan Soekarno) yang pada saat itu selaku Panglima Angkatan Darat menggantikan Letnan Jendral Ahmad Yani yang gugur akibat peristiwa G-30-S/PKI itu. Mayor Jendral (Mayjend) Soeharto saat itu tidak menghadiri sidang kabinet karena sakit. (Sebagian kalangan menilai ketidakhadiran Soeharto dalam sidang kabinet dianggap sebagai skenario Soeharto untuk menunggu situasi. Sebab dianggap sebagai sebuah kejanggalan).

Mayor Jendral Soeharto kemudian mengutus tiga orang perwira tinggi (AD) ke Bogor untuk menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor yakni Brigadir Jendral M. Jusuf, Brigadir Jendral Amirmachmud dan Brigadir Jendral Basuki Rahmat. Setibanya di Istana Bogor, pada malam hari, terjadi pembicaraan antara tiga perwira tinggi AD dengan Presiden Soekarno mengenai situasi yang terjadi dan ketiga perwira tersebut menyatakan bahwa Mayjend Soeharto mampu mengendalikan situasi dan memulihkan keamanan bila diberikan surat tugas atau surat kuasa yang memberikan kewenangan kepadanya untuk mengambil tindakan. Menurut Jendral (purn) M Jusuf, pembicaraan dengan Presiden Soekarno hingga pukul 20.30 WIB.

Presiden Soekarno setuju untuk itu dan dibuatlah surat perintah yang dikenal sebagai Surat Perintah Sebelas Maret yang populer dikenal sebagai Supersemar yang ditujukan kepada Mayjend Soeharto selaku panglima Angkatan Darat untuk mengambil tindakan yang perlu untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.

Surat Supersemar tersebut tiba di Jakarta pada tanggal 12 Maret 1966 pukul pukul 01.00 waktu setempat yang dibawa oleh Sekretaris Markas Besar AD Brigjen Budiono. Hal tersebut berdasarkan penuturan Sudharmono, dimana saat itu ia menerima telepon dari Mayjend Sutjipto, Ketua G-5 KOTI, 11 Maret 1966 sekitar pukul 10 malam. Sutjipto meminta agar konsep tentang pembubaran PKI disiapkan dan harus selesai malam itu juga. Permintaan itu atas perintah Pangkopkamtib yang dijabat oleh Mayjend Soeharto. Bahkan Sudharmono sempat berdebat dengan Moerdiono mengenai dasar hukum teks tersebut sampai surat Supersemar itu tiba.

Beberapa Kontroversi tentang Supersemar

Menurut penuturan salah satu dari ketiga perwira tinggi AD yang akhirnya menerima surat itu, ketika mereka membaca kembali surat itu dalam perjalanan kembali ke Jakarta, salah seorang perwira tinggi yang kemudian membacanya berkomentar "Lho ini khan perpindahan kekuasaan". Tidak jelas kemudian naskah asli Supersemar karena beberapa tahun kemudian naskah asli surat ini dinyatakan hilang dan tidak jelas hilangnya surat ini oleh siapa dan dimana karena pelaku sejarah peristiwa "lahirnya Supersemar" ini sudah meninggal dunia. Belakangan, keluarga M. Jusuf mengatakan bahwa naskah Supersemar itu ada pada dokumen pribadi M. Jusuf yang disimpan dalam sebuah bank.
Menurut kesaksian salah satu pengawal kepresidenan di Istana Bogor, Letnan Satu (lettu) Sukardjo Wilardjito, ketika pengakuannya ditulis di berbagai media massa setelah Reformasi 1998 yang juga menandakan berakhirnya Orde Baru dan pemerintahan Presiden Soeharto. Dia menyatakan bahwa perwira tinggi yang hadir ke Istana Bogor pada malam hari tanggal 11 Maret 1966 pukul 01.00 dinihari waktu setempat bukan tiga perwira melainkan empat orang perwira yakni ikutnya Brigadir jendral (Brigjen) M. Panggabean. Bahkan pada saat peristiwa Supersemar Brigjen M. Jusuf membawa map berlogo Markas Besar AD berwarna merah jambu serta Brigjen M. Pangabean dan Brigjen Basuki Rahmat menodongkan pistol kearah Presiden Soekarno dan memaksa agar Presiden Soekarno menandatangani surat itu yang menurutnya itulah Surat Perintah Sebelas Maret yang tidak jelas apa isinya. Lettu Sukardjo yang saat itu bertugas mengawal presiden, juga membalas menodongkan pistol ke arah para jenderal namun Presiden Soekarno memerintahkan Soekardjo untuk menurunkan pistolnya dan menyarungkannya. Menurutnya, Presiden kemudian menandatangani surat itu, dan setelah menandatangani, Presiden Soekarno berpesan kalau situasi sudah pulih, mandat itu harus segera dikembalikan. Pertemuan bubar dan ketika keempat perwira tinggi itu kembali ke Jakarta. Presiden Soekarno mengatakan kepada Soekardjo bahwa ia harus keluar dari istana. “Saya harus keluar dari istana, dan kamu harus hati-hati,” ujarnya menirukan pesan Presiden Soekarno. Tidak lama kemudian (sekitar berselang 30 menit) Istana Bogor sudah diduduki pasukan dari RPKAD dan Kostrad, Lettu Sukardjo dan rekan-rekan pengawalnya dilucuti kemudian ditangkap dan ditahan di sebuah Rumah Tahanan Militer dan diberhentikan dari dinas militer. Beberapa kalangan meragukan kesaksian Soekardjo Wilardjito itu, bahkan salah satu pelaku sejarah supersemar itu, Jendral (Purn) M. Jusuf, serta Jendral (purn) M Panggabean membantah peristiwa itu.
Menurut Kesaksian A.M. Hanafi dalam bukunya "A.M Hanafi Menggugat Kudeta Soeharto", seorang mantan duta besar Indonesia di Kuba yang dipecat secara tidak konstitusional oleh Soeharto. Dia membantah kesaksian Letnan Satu Sukardjo Wilardjito yang mengatakan bahwa adanya kehadiran Jendral M. Panggabean ke Istana Bogor bersama tiga jendral lainnya (Amirmachmud, M. Jusuf dan Basuki Rahmat) pada tanggal 11 Maret 1966 dinihari yang menodongkan senjata terhadap Presiden Soekarno. Menurutnya, pada saat itu, Presiden Soekarno menginap di Istana Merdeka, Jakarta untuk keperluan sidang kabinet pada pagi harinya. Demikian pula semua menteri-menteri atau sebagian besar dari menteri sudah menginap diistana untuk menghindari kalau datang baru besoknya, demonstrasi-demonstrasi yang sudah berjubel di Jakarta. A.M Hanafi Sendiri hadir pada sidang itu bersama Wakil Perdana Menteri (Waperdam) Chaerul Saleh. Menurut tulisannya dalam bukunya tersebut, ketiga jendral itu tadi mereka inilah yang pergi ke Istana Bogor, menemui Presiden Soekarno yang berangkat kesana terlebih dahulu. Dan menurutnya mereka bertolak dari istana yang sebelumnya, dari istana merdeka Amir Machmud menelepon kepada Komisaris Besar Soemirat, pengawal pribadi Presiden Soekarno di Bogor, minta ijin untuk datang ke Bogor. Dan semua itu ada saksinya-saksinya. Ketiga jendral ini rupanya sudah membawa satu teks, yang disebut sekarang Supersemar. Di sanalah Bung Karno, tetapi tidak ditodong, sebab mereka datang baik-baik. Tetapi di luar istana sudah di kelilingi demonstrasi-demonstrasi dan tank-tank ada di luar jalanan istana. Mengingat situasi yang sedemikian rupa, rupanya Bung Karno menandatangani surat itu. Jadi A.M Hanafi menyatakan, sepengetahuan dia, sebab dia tidak hadir di Bogor tetapi berada di Istana Merdeka bersama dengan menteri-menteri lain. Jadi yangdatang ke Istana Bogor tidak ada Jendral Panggabean. Bapak Panggabean, yang pada waktu itu menjabat sebagai Menhankam, tidak hadir.
Tentang pengetik Supersemar. Siapa sebenarnya yang mengetik surat tersebut, masih tidak jelas. Ada beberapa orang yang mengaku mengetik surat itu, antara lain Letkol (Purn) TNI-AD Ali Ebram, saat itu sebagai staf Asisten I Intelijen Resimen Tjakrabirawa.
Kesaksian yang disampaikan kepada sejarawan asing, Ben Anderson, oleh seorang tentara yang pernah bertugas di Istana Bogor. Tentara tersebut mengemukakan bahwa Supersemar diketik di atas surat yang berkop Markas besar Angkatan Darat, bukan di atas kertas berkop kepresidenan. Inilah yang menurut Ben menjadi alasan mengapa Supersemar hilang atau sengaja dihilangkan.
Berbagai usaha pernah dilakukan Arsip Nasional untuk mendapatkan kejelasan mengenai surat ini. Bahkan, lembaga ini berkali-kali meminta kepada Jendral (purn) M. Jusuf saksi terakhir hingga akhir hayatnya (8 September 2004), agar bersedia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, namun selalu gagal. Lembaga ini juga sempat meminta bantuan Muladi yang ketika itu menjabat Mensesneg, Jusuf Kalla, M. Saelan, bahkan meminta DPR untuk memanggil M. Jusuf. Sampai sekarang, usaha Arsip Nasional itu tidak pernah terwujud. Saksi kunci lainnya, adalah mantan presiden Soeharto. Namun dengan wafatnya mantan Presiden Soeharto pada tanggal 27 Januari 2008 membuat sejarah Supersemar semakin sulit untuk diungkap.

Dengan kesimpangsiuran Supersemar itu, sebagian kalangan sejarawan dan hukum Indonesia berpendapat bahwa peristiwa G-30-S/PKI dan terbitnya Surat Perintah Sebelas Maret adalah salah satu dari sekian banyak lembar sejarah Indonesia yang masih misterius. Bagaimana menurut Anda?

Sabtu, 05 Februari 2011

Ketika emosi dan amarah memuncak,,,,

Ketika emosi dan amarah memuncak maka segala sifat buruk yang ada dalam diri kita akan sulit dikendalikan dan rasa malu pun kadang akan hilang berganti dengan segala sifat buruk demi melampiaskan kemarahannya pada benda, binatang, orang lain, dll di sekitarnya.

Banyak orang bilang kalau menyimpan emosi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat pecah sewaktu-waktu dan bisa melakukan hal-hal yang lebih parah dari orang yang rutin emosian. Oleh sebab itu sebaiknya bila ada rasa marah atau emosi sebaiknya segera dihilangkan atau disalurkan pada hal-hal yang tidak melanggar hukum dan tidak merugikan manusia lain.

Beberapa ciri-ciri orang yang tidak mampu mengandalikan emosinya :
1. Berkata keras dan kasar pada orang lain.
2. Marah dengan merusak atau melempar barang-barang di sekitarnya.
3. Ringan tangan pada orang lain di sekitarnya.
4. Melakukan tindak kriminal / tindak kejahatan.
5. Melarikan diri dengan narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, dsb.
6. Menangis dan larut dalam kekesalan yang mendalam.
7. Dendam dan merencanakan rencana jahat pada orang lain. dsb...

A. Beberapa Cara Untuk Meredam Emosi / Amarah Diri Sendiri by organisasi.org :

1. Rasakan Yang Orang Lain Rasakan

Cobalah bayangkan apabila kita marah kepada orang lain. Nah, sekarang tukar posisi di mana anda menjadi korban yang dimarahi. Bagaimana kira-kira rasanya dimarahi. Kalau kemarahan sifatnya mendidik dan membangun mungkin ada manfaatnya, namun jika marah membabi buta tentu jelas anda akan cengar-cengir sendiri.

2. Tenangkan Hati Di Tempat Yang Nyaman

Jika sedang marah alihkan perhatian anda pada sesuatu yang anda sukai dan lupakan segala yang terjadi. Tempat yang sunyi dan asri seperti taman, pantai, kebun, ruang santai, dan lain sebagainya mungkin tempat yang cocok bagi anda. Jika emosi agak memuncak mingkin rekreasi untuk penyegaran diri sangat dibutuhkan.

3. Mencari Kesibukan Yang Disukai

Untuk melupakan kejadian atau sesuatu yang membuat emosi kemarahan kita memuncak kita butuh sesuatu yang mengalihkan amarah dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan dan dapat membuat kita lupa akan masalah yang dihadapi. Contoh seperti mendengarkan musik, main ps2 winning eleven, bermain gitar atau alat musik lainnya, membaca buku, chating, chayang-chayangan dengan kekasih pujaan hati, menulis artikel, nonton film box office, dan lain sebagainya. Hindari perbuatan bodoh seperti merokok, make narkoba, dan lain sebagainya.

4. Curahan Hati / Curhat Pada Orang Lain Yang Bisa Dipercaya

Menceritakan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita mungkin dapat sedikit banyak membantu mengurangi beban yang ada di hati. Jangan curhat pada orang yang tidak kita percayai untuk mencegah curhatan pribadi kita disebar kepada orang lain yang tidak kita inginkan. Bercurhatlah pada sahabat, pacar / kekasih, isteri, orang tua, saudara, kakek nenek, paman bibi, dan lain sebagainya.

5. Mencari Penyebab Dan Mencari Solusi

Ketika pikiran anda mulai tenang, cobalah untuk mencari sumber permasalahan dan bagaimana untuk menyelesaikannya dengan cara terbaik. Untuk memudahkan gunakan secarik kertas kosong dan sebatang pulpen untuk menulis daftar masalah yang anda hadapi dan apa saja kira-kira jalan keluar atau solusi masalah tersebut. Pilih jalan keluar terbaik dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada. Mungkin itu semua akan secara signifikan mengurangi beban pikiran anda.

6. Ingin Menjadi Orang Baik

Orang baik yang sering anda lihat di layar televisi biasanya adalah orang yang kalau marah tetap tenang, langsung ke pokok permsalahan, tidak bermaksud menyakiti orang lain dan selalu mengusahakan jalan terbaik. Pasti anda ingin dipandang orang sebagai orang yang baik. Kalau ingin jadi penjahat, ya terserah anda.

7. Cuek Dan Melupakan Masalah Yang Ada

Ketika rasa marah menyelimuti diri dan kita sadar sedang diliputi amarah maka bersikaplah masa bodoh dengan kemarahan anda. Ubah rasa marah menjadi sesuatu yang tidak penting. Misalnya dalam hati berkata : ya ampun.... sama yang kayak begini aja kok bisa marah, nggak penting banget sich...

8. Berpikir Rasional Sebelum Bertindak

Sebelum marah kepada orang lain cobalah anda memikirkan dulu apakah dengan masalah tersebut anda layak marah pada suatu tingkat kemarahan. Terkadang ada orang yang karena diliatin sama orang lain jadi marah dan langsung menegur dengan kasar mengajak ribut / berantem. Masalah sepele jangan dibesar-besarkan dan masalah yang besar jangan disepelekan.

9. Diversifikasi Tujuan, Cita-Cita Dan Impian Hidup

Semakin banyak cita-cita dan impian hidup anda maka semakin banyak hal yang perlu anda raih dan kejar mulai saat ini. Tetapkan impian dan angan hidup anda setinggi mungkin namun dapat dicapai apabila dilakukan dengan serius dan kerja keras. Hal tersebut akan membuat hal-hal sepele tidak akan menjadi penting karena anda terlalu sibuk dengan rajutan benang masa depan anda. Mengikuti nafsu marah berarti membuang-buang waktu anda yang berharga.

10. Kendalikan Emosi Dan Jangan Mau Diperbudak Amarah

Orang yang mudah marah dan cukup membuat orang di sekitarnya tidak nyaman sudah barang tentu sangat tidak baik. Kehidupan sosial orang tersebut akan buruk. Ikrarkan dalam diri untuk tidak mudah marah. Santai saja dan cuek terhadap sesuatu yang tidak penting. Tujuan hidup anda adalah yang paling penting. Anggap kemarahan yang tidak terkendali adalah musuh besar anda dan jika perlu mintalah bantuan orang lain untuk mengatasinya.

B. Cara Untuk Meredam Emosi / Amarah Orang Lain by organisasi.org :

Untuk meredam amarah orang lain sebaiknya kita tidak ikut emosi ketika menghadapi orang yang sedang dilanda amarah agar masalah tidak menjadi semakin rumit. Cukup dengarkan apa yang ingin ia sampaikan dan jangan banyak merespon. Tenang dan jangan banyak hiraukan dan dimasukkan dalam hati apa pun yang orang marah katakan. Cukup ambil intinya dan buang sisanya agar kita tidak ikut emosi atau menambah beban pikiran kita.

Jika marahnya karena sesuatu yang kita perbuat maka kalau bukan kesalahan kita jelaskanlah dengan baik, tapi kalau karena kesalahan kita minta maaf saja dan selesaikanlah dengan baik penuh ketenangan batin dan kesabaran dalam mengatasi semua kemarahannya. Lawan api dengan air, jangan lawan api dengan api. Semoga berhasil menjinakkan emosi rasa marah anda.

Masalah Yang Dihadapi Remaja Indonesia

Masalah yang dihadapi remaja Indonesia masa remaja yang merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa masalah yang dihadapi remaja Indonesia merupakan masa yang sulit. Sering disebut masa stress and strom karena pada masa ini remaja dihadapkan pada perubahan-perubahan yang membuatnya bingung. Tidak hanya perubahan fisik yang berkembang pesat, tetapi juga perubahan lingkungan yang memaksa remaja untuk menjadi dewasa seperti yang diharapkan lingkungan padahal remaja sendiri tidak tahu harus berbuat seperti apa. Lingkungan mengharapkan remaja bisa bertanggung jawab seperti halnya orang dewasa. Perubahan-perubahan ini membuat remaja yang tidak bisa menemukan identitasnya mengalami kebingungan. Sehingga sebagian besar remaja menghadapi masalah-masalah baik itu dengan orang tua, teman,pacar maupun dengan kehidupan di sekolah.

Remaja dengan orang tua

Perubahan yang dialami remaja secara fisik dan emosional membuat remaja menjadi pribadi yang sensitif. Remaja selalu merasa unik dan berbeda dengan orang lain. Hal ini yang menyebabkan remaja merasa tidak ada seorang pun yang bisa memahami dirinya termasuk orang tua. Ketidaktahuan orang tua akan perubahan pada masa remaja sering menyebabkan konflik diantara remaja dan orang tua. Konflik bisa terjadi karena :

*Orang tua kadang masih menganggap remaja sebagai anak kecil Sedangkan remaja merasa sudah dewasa dan menginginkan otonomi.

*Perubahan biologis pubertas, perubahan kognitif yang meliputi peningkatan idealisme dan penalaran logis, perubahan sosial yang berfokus pada kemandirian dan identitas yang dialami remaja itu sendiri.

*Orang tua yang cenderung berusaha mengendalikan dengan keras dan memberi lebih banyak tekanan kepada remaja agar menaati standar-standar orang tua.

*Remaja membandingkan orang tuanya dengan suatu standar ideal dan kemudian mengecam kekurangan-kekurangannya.

*Remaja suka memberontak, melawan, dan menentang orang tua karena menganggap orang tua kolot dan merasa sudah bisa mengambil keputusan sendiri.

Remaja dengan teman sebaya

Pengaruh teman sebaya besar sekali terhadap remaja. Remaja beranggapan hanya teman atau sahabatlah yang paling mengerti dirinya. Remaja berusaha mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok agar bisa diterima dalam kelompok tersebut. Remaja mengikuti aturan-aturan dalam kelompok. Konformitas dan tekanan teman-teman sebaya pada masa remaja dapat bersifat positif dan negatif. Namun, umumnya remaja terlibat dalam semua bentuk perilaku konformitas negatif, seperti menggunakan bahasa yang jorok, mencuri, merusak dan mengolok-olok. Diantara teman pun bisa terjadi konflik antara lain karena :

*Remaja yang tidak bisa mengikuti aturan kelompok membuatnya dijauhi.

*Terjadi perbedaan pendapat karena adanya keegoisan masing-masing individu.

*Pengaruh kelompok yang negatif seperti kelompok yang suka mabuk-mabukan atau membuat kekacauan.

*Penolakan dari kelompok dan kurangnya dukungan sosial.

*Remaja yang merasa tidak sama dengan kelompoknya akan menjadi pendiam dan menarik diri, merasa buruk dan tidak berharga.

Konflik-konflik dengan teman sebaya membuat remaja menarik diri dari lingkungan dan merasa kalau dirinya tidak berharga dan tidak diharapkan lingkungan sosialnya. Hal ini bisa mengakibatkan remaja menjadi antisosial atau melarikan diri pada hal-hal negatif seperti obat-obat terlarang maupun kenakalan remaja.

Remaja dengan pacar

Masa remaja merupakan masa meningkatnya ketertarikan terhadap lawan jenis. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya hormon dalam diri remaja. Pada masa ini remaja sudah mulai menjalin hubungan dengan lawan jenis yang sering disebut pacaran atau berkencan. Bagi sebagian remaja bisa memiliki pacar merupakan prestasi tersendiri karena remaja merasa bisa diterima dan disukai orang lain. Dengan demikian remaja mengembangkan body image yang positif sehingga meningkaykan harga dirinya. Berbeda dengan remaja yang tidak memiliki pacar, mereka merasa ditolak dan tidak diinginkan. Mereka merasa buruk dan menurunkan body image-nya. Perasaan ditolak ini bisa membawa remaja lari ke hal-hal negatif. Remaja yang sudah berpacaran juga mengalami konflik-konflik antara lain :

*Perbedaan pendapat diantara keduanya.
*Pacar yang selingkuh.
*Tidak percaya, curiga, cemburu.
*Pacar yang memiliki kebiasaan buruk bisa membawa pasangannya menjadi seperti dirinya.

*Pacaran yang tingkatnya sudah berlebihan dapat mengarah pada seks bebas dan kehamilan remaja karena pada masa remaja minat seks juga meningkat.

*Putus dengan pacar bisa menyebabkan sedih yang berkepanjangan, depresi bahkan bisa menyebabkan bunuh diri.

*Perasaan ditolak dan tidak diinginkan karena diputus pacar bisa membuat remaja menarik diri atau lari pada hal-hal negatif.


Remaja di sekolah

Tuntutan-tuntutan orang tua agar anaknya bisa berprestasi di sekolah bisa menyebabkan remaja tertekan apabila remaja yang bersangkutan tidak mampu memenuhi harapan-harapan orang tua. Remaja yang prestasinya buruk cenderung menarik diri atau melakukan tindakan yang mengacau. Prestasi buruk membuat remaja merasa kecil dan tidak diterima di lingkungan sekolah. Disamping bisa membuat prestasinya semakin hancur, remaja juga bisa lari ke hal-hal negatif. Remaja yang bisa berprestasi akan merasa dihargai dan memiliki self-concept yang baik. Merasa diterima karena mempunyai kemampuan dan pasti akan banyak teman. Bisa diterima lingkungan sosialnya akan membuat remaja menemukan identitasnya.

*kenakalan remaja, obat-obat terlarang, kehamilan pada remaja dan gangguan-gangguan makan

masa remaja yang merupakan masa pencarian identitas memang masa yang sangat rawan. Perubahan fisik dan emosional membuat remaja sangat peka. Dukungan dari orang tua dan teman-teman sebaya sangat penting bagi remaja menemukan identitasnya. Dengan merasa diterima baik oleh keluarga maupun lingkungan sosialnya membuat remaja mengembangkan self-concept yang positif. Selanjutnya remaja akan berkembang menjadi remaja yang baik dan bisa bertahan serta menyesuaikan diri dengan harapan-harapan sosial.

Remaja yang mengalami penolakan keluarga dan lingkungan sosialnya akan mengalami kebingungan dalam pencarian identitasnya. Remaja akan merasa sendirian menghadapi segala perubahan dan tekanan-tekanan hidup yang bagi remaja sangat berat. Orang tua yang tidak memahami keadaan remaja membuat remaja seolah tidak dimengerti. Penolakan keluarga membuat remaja merasa kecil dan takut menghadapi lingkungan. Hal ini akan mempengaruhi hubungan remaja dengan teman sebayanya. Ditolak oleh kelompok merupakan pukulan yang sangat berat bagi remaja karena remaja merasa hanya sahabatlah yang paling mengerti. Hubungan dengan lawan jenis yang tidak baik atau diputus pacar dan prestasi sekolah yang buruk membuat remaja merasa tidak berharga. Semua masalah di atas memang berkaitan satu sama lain dan bisa membawa remaja yang putus asa lari ke obat-obat terlarang, kenakalan remaja, dll.

*Obat-obat terlarang

Remaja yang mengalami penolakan sosial bisa lari pada obat-obat terlarang. Seperti alkohol dan kokain. Alkohol adalah obat-obatan yang paling banyak digunakan oleh remaja di masyarakat kita. Bagi mereka, alkohol memberi saat-saat yang nikmat, juga saat-saat sedih. Selain itu ada kokain yang efeknya memberi perasaan senang yang tinggi yang kemudian hilang, disusul dengan perasaan-perasaan depresi, lesu, susah tidur dan cepat marah. Remaja khususnya menggunakan obat-obatan sebagai suatu cara untuk mengatasi stres. Orang tua, teman sebaya, dan dukungan sosial memainkan perananpenting dalam mencegah penyalahgunaan obat-obatan di kalangan remaja.

*Kenakalan remaja

Kenakalan remaja mengacu kepada suatu rentang perilaku yang luas, mulai dari perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial (bertindak berlebihan di sekolah), pelanggaran (melarikan diri dari rumah) hingga tindakan-tindakan kriminal. Beberapa prediktor kenakalan meliputi identitas yang negatif, pengendalian diri yang rendah, harapan-harapan pendidikan yang tidak sesuai dengan kemampuan remaja, pengaruh teman sebaya, status sosio-ekonomi yang rendah dan kurangnya dukungan orang tua.

*Kehamilan pada remaja

Pacaran yang terlalu jauh bisa berakibat kehamilan pada remaja yang sangat rentan. Angka kehamilan yang tinggi juga dibarengi dengan angka aborsi yang tinggi juga. Kemungkinan hubungan seks dilakukan suka sama suka atau takut diputus oleh pasangan sehingga rela melakukan apa saja demi pasangan. Seperti telah dijelaskan remaja takut ditolak oleh pasangan karena merasa tidak berharga sehingga remaja rela melakukan semuanya asalkan hubungannya tidak berakhir.

*Gangguan-gangguan makan

Penolakan dari lingkungan sosialnya membuat remaja merasa buruk, harga diri rendah dan body image negatif sehingga remaja berusaha dengan keras untuk menjadi seseorang yang diinginkan yaitu berusaha menjadi seperti orang yang diidolakan atau icon. Remaja khususnya perempuan berusaha menjadi kurus karena tubuh seperti itulah yang dianggap sempurna sehingga mereka berlomba-lomba untuk menjadi kurus. Hal ini menyebabkan terjadinya gangguan-gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia yang justru merusak tubuh dan yang paling fatal bisa menyebabkan kematian (masalah yang dihadapi remaja Indonesia)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More